Rabu, 17 Oktober 2012

materi jagat raya & tata surya geografi kelas X

MATERI GEOGRAFI JAGAT RAYA & TATA SURYA 
KELAS X 

JAGAT RAYA
 Jagat raya adalah ruang maha luas tempat benda-benda angkasa berada. Terdiri dari galaksi-galaksi,planet-planet,dan benda angkasa lainnya.

TEORI PEMBENTUKAN JAGAT RAYA
1.Teori BigBang
 Menurut teori ini,jagat raya terbentuk akibat ledakan yang sangat besar. Awalnya, terdapat 1 bintang yang sangat besar,lalu memuai dan meledak hingga menjadi materi-materi yang beragam membentuk planet,asteroid,bintang seperti yang kita lihat sekarang ini. Teori ini didukung oleh Stepehen Hawking, ahli fisika teoritis

2.Teori Keadaan Tetap
 Astronom asal Inggris,Fres Hoyle menyebutkan bahwa dari dahulu jagat raya bentuknya selalu tetap hingga sekarang. Adanya perbedaan letak, dan bentuk galaksi diakibatkan oleh galaksi baru yang muncul akibat adanya gas-gas atau penambahan jumlah zat yang memerlukan waktu sangat lama.

3.Teori Ekspansi
 Jagat raya kita saat ini,dulunya memampat & meledak dan membentuk tatanan jagat raya yang kita lihat saat ini.Teori ini didukung oleh Hubble

Pandangan Jagat Raya
1.Antroposentris
 Pandangan ini menyebutkan manusia adalah pusat alam semesta. Anggapan ini berasal dari konsep alam semesta bangsa babylon
2.Geosentris
 Anggapan ini menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan pusat segala kekuatan, benda langit lainnya bergerak mengelilingi bumi. Anggapan ini muncul kira-kira pada abad ke-6sebelum Masehi. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan, seperti: Plato, Socrates, Aristoteles, Anaximander, dan Pythagoras.

3.Heliosentris
 Anggapan ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya. Anggapan ini muncul sejak berkembangnya penelitian yang didukung oleh peralatan yang lebih maju, demikian pula sifat ke ingintahuan ilmuwan yang memunculkan gagasan-gagasan kritis.

Keberadaan anggapan Heliosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan, seperti: Galileo, Isaac Newton, Nicolaus Copernicus, dan Johanes Kepler.
  
GALAKSI
 Galaksi adalah kumpulan bintang, planet, gas, debu, nebula dan benda-benda langit lainnya yang didalam ruang hampa jagat raya. 
Keberadaan galaksi dapat di amati dengan teleskop.

Menurut Hubble (1926) bentuk galaksi dibagi 4,yaitu : 

1.Galaksi bentuk spiral. 
 Pada galaksi ini terlihat adanya roda-roda Catherina di dalamnya, dengan lengan-lengan berbentuk spiral yang keluar dari pusat yang terang. Sekitar 60% dari galaksi berbentuk spiral.
contohnya seperti galaksi kita yaitu, Bimasakti.


2.Galaksi bentuk spiral berpalang. 
 Pada galaksi ini terlihat dari bagian ujung suatu pusat keluar lengan-lengan spiral galaksi. Sekitar 18% dari jumlah galaksi di jagad raya ini berupa spiral-spiral ataupun spiral-spiral yang terpotong.


3.Galaksi bentuk elips. 
 Galaksi ini berbentuk elips, dari berbentuk hampir menyerupai bola kaki sampai pada bentuk yang sangat lonjong seperti bola rugby. Sekitar 18% galaksi di jagad raya berbentuk elips.
contohnya seperti galaksi M87


4.Galaksi bentuk tak beraturan. 
 Galaksi berbentuk tak beraturan, atau tidak mempunyai bentuk tertentu, sekitar 4% galaksi di jagad raya berbentuk tak beraturan.

Ciri-ciri Galaksi
1.Memancarkan cahaya sendiri
2.Jarak antar galaksi mencapai jutaan tahun cahaya

Satuan Jarak yang Digunakan di Jagat Raya
1.Satuan Astronomi (SA)
 - Jarak antar matahari - bumi sekitar 150 juta Km

2.Satu Tahun Tropik
 - 1 tahun Tropik = 31.536.000 detik

3.Satu Tahun Cahaya
 - 1 tahun cahaya = kecepatan cahaya (sekitar 300jt Km/s) x      
   satuan detik dalam 1 tahun (31.336.000 s)

TATA SURYA 
 Tata surya adalah matahari & benda angkasa seperti planet,komet,dll. yang mengelilinginya.

Anggota Tata Surya
1.Asteroid
 Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan ekor sementara asteroid tidak.

2.Komet
 Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.
Contoh komet adalah komet Halley yang muncul setiap 76 tahun sekali. 
3.Meteor
 Meteoroid : benda-benda kecil di tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi lebih besar daripada sebuah molekul.
  Meteor   : Meteoroid yang akan jatuh ke bumi
 Meteorit  : Meteorit adalah batu meteor yang berhasil mencapai  permukaan bumi.

4.Matahari
 Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari.

5.Planet
Ciri-ciri Planet
  1. mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
  2. mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
  3. tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
  4. telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
  5. Berdiameter lebih dari 800 km
Planet dalam Tata Surya
1.Merkurius
 Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan revolusi 88 hari dan rotasi 59 hari. Jarak Merkurius dengan matahari adalah 57.910.000 km.

2.Venus
 Venus atau Bintang Kejora adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km, diameter 12.104 km. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.  Rotasinya 243 hari, sedangkan kala revolusinya 225 hari.
Jarak Merkurius dengan matahari adalah 57.910.000 km.

3.Bumi
 Bumi adalah planet ketiga di tata surya. Mengandung unsur yang bisa dihuni makhluk hidup. Planet Bumi mempunyai lapisan atmosfer yang di dalamnya banyak mengandung unsur-unsur kimia yang banyak dibutuhkan oleh makhluk hidup. Jarak bumi dengan matahari oleh para ahli Astronomi dinamakan satu satuan Astronomi atau sama dengan 159.000 kilometer (IS·A = 159.000.000 km). Bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik.

4.Mars
  Planet Mars mempunyai garis tengah kurang lebih 6.792 kilometer. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 697 haridengan rotasi selama 24 jam 37 menit. Planet Mars mempunyai sejumlah air dan oksigen demikian juga pergantian musim, bahkan di sana juga terdapat polar icecaps, yaitu tudung es kutub yang luasnya tidak selalu tetap. Mars mempunyai dua satelit, yaitu Deimos (satelit luar) dan Phobos (satelit dalam). Kedua satelit ini ditemukan oleh Hall pada tahun 1877. Jarak Mars dengan Matahari adalah 227.940.000 km.

5.Jupiter
 Jupiter adalah planet terbesar dalam sistem Tata Surya kita. Diameternya lebih dari 130.000 kilometer. Rotasi Jupiter terhadap matahari paling cepat, yaitu 10 jam sekali putaran. Planet ini mempunyai keistimewaan, yaitu adanya unsur kimia yang terkandung di dalam sangat rendah, atmosfernya hampir tidak berotasi (sangat lambat). Sekalipun berukuran sangat besar kepadatan planet ini sangat rendah karena sebagian besar terdiri atas unsur-unsur ringan, antara lain 85% Hidrogen dan 15% Helium. Campuran yang lain sedikit sekali berupa CH4, NH3, dan lainnya. Yupiter mempunyai banyak satelit, yaitu 14 buah. Penemuan terakhir menunjukkan satelitnya lebih banyak lagi. Empat dari satelit itu adalah Io, Europa, Ganymade (satelit terbesar hampir sebesar bumi), dan Calistio. Jarak Yupiter dengan Matahari adalah 778.300.000 kilometer.

6.Saturnus
 Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24 detik.  Jarak antara Saturnus dan Matahari adalah 1.427.000.000 kilometer.

7.Uranus
 Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan mata telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. Sir William Herschel mengumumkan penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah batas yang diketahui dari Tata Surya untuk pertama kalinya dalam sejarah modern. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 84 tahun dengan waktu rotasi 369 hari. Jarak Uranus dengan Matahari adalah 2.863.840.000 kilometer.

8.Neptunus
 Planet Neptunus ditemukan oleh Bonvard pada tahun 1821 di Paris, Prancis. Jika dilihat dari bentuknya Neptunus merupakan saudara kembar Uranus, terutama besarnya. Radiusnya sekitar 4 kali radius bumi. Garis tengahnya kurang lebih 53.000 kilometer. Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 164,79 tahun, sedangkan rotasinya 15 jam. Susunan atmosfernya terdiri atas metana. Planet ini mempunyai lima satelit. Dari lima satelit ini ada dua satelit besar yang diberi nama Triton dan Nereid.

TEORI TERJADINYA TATA SURYA
1.Teori Kabut/Nebula
 Pada awalnya tata surya berbentuk massa gas raksasa yang bercahaya dan berputas perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin, mengecil dan mendekati bentuk bola dan akhirnya menjadi planet. Pencetus teori Nebula adalah Immanuel Kant.

2.Teori Planetesimal
 Suatu ketika terdapat bintang yang melintas dengan kecepatan tinggi dan dekat dengan matahari. Karena besarnya daya tariknya mengakibatkan pasang pada pusat matahari. Sehingga massa gas terlempar keluar dan tertahan oleh grafitasi matahari. Kemudian massa itu mendingin kemudian memadat, akhirnya terbentuklah planet. Pencetus teori ini adalah Forest Ray Moulton dan T.C. Chamberlain. 

3.Teori Pasang Surut
 Hampir sama dengan teori planetesimal. Tetapi pada teori ini planet tidak terbentuk secara planetesimal. Ketika bintang mendekat bahkan menyrempet matahari, menyebabkan filamennya tersedot. Filament itu membesar di bagian tengah dan mengecil di kedua ujung. Filament ini lah yang membentuk planet. Penetus teori ini adalah Sir James Jeans dan Sir Harold Jeddreys. 

4.Teori Bintang Kembar
 Menurut teori tersebut, dahulu terdapat 2 bintang yang hampir sama. Saling mengelilingi 1 sama lain. Kemudian salah satu bintang tersebut meledak dan menjadi planet-planet,asteroid, dan benda angkasa lainnya di tata surya (kecuali matahari). Sedangkan bintang yang tidak meledak adalah matahari kita saat ini.
   

 
 


 

 

1 komentar: